Dituding Sebagai Boneka Rektor UNM, Ini 4 Poin di Keluarkan Para Alumni

30 Desember 2016 19:17
Logo UNM

MAKASSAR, INIKATA.com – Polemik IKA UNM semakin menjadi jadi. Setelah Rektor UNM, Prof Husain Syam mengeluarkan maklumat bahwa untuk sementara tidak ada kepengurusan IKA UNM.

Dengan demikian, kepengurusan Andi Jamaro Dudung (AJD) yang rencananya akan menggelar pelantikan di Grand Clarion Hotel, Jumat (30/12/2016) dianggap tidak sah.

Andi Fajar Hasti mengatakan, tentu maklumat UNM ini telah melalui hasil kajian yang mendalam dan telah melakukan mediasi terhadap seluruh kubu.

“Walau akhirnya proses mediasi tidak menemukan kesepakatan antar seluruh pihak, dimana kubu AJD mengklaim telah melalui proses mubes yang sah namun di bubarkan oleh kelompok Mubeslub UNM yang menganggap proses mubes cacat karena berakhir deadlock dan bertentangan AD/ART,” ucap Ketua Umum Himpunan mahasiswa pascasarjana Indonesia 2016-2019 ini.

Bahkan Fajar menganggap, AJD telah menuding pihak Mubeslub adalah Boneka Rektor, Husain Syam. “Kubu Mubeslub marah karena telah dianggap sebagai boneka Pak Rektor, padahal mereka bukan boneka, itu tuduhan AJD sendiri,” jelas Fajar.

Sementara itu, Khaeruddin Hakim Koordinator Pelaksana Mubeslub UNM membantah tudingan yang ditujukan oleh AJD sebagai boneka Rektor. Khaeruddin menganggap pernyataan AJD telah melampaui batas, dan menurutnya AJD telah menambah persoalan baru di IKA UNM.

Berikut Empat poin dikeluarkan oleh Alumni UNM:

1. Bahwa proses pelantikan sebaiknya di rubah menjadi silaturahmi Alumni UNM saja sebagai kegiatan refleksi akhir tahun 2016 menyongsong 2017.

2. Bahwa organisasi IKA UNM tidak boleh terlepas dari perguruan tinggi induknya. Karena IKA UNM itu diatur dalam statuta UNM dan juga juknis proses akreditasi perguruan tinggi yang di terbitkan oleh BAN PT sehingga jika Kubu AJD yang begitu kencang menyuarakan bahwa IKA UNM tidak punya hubungan organisasi dan hanya sebatas hubungan sosiologis dengan UNM adalah hal yang sangat keliru. Karena dalam pengisian Borang Akreditasi dari prodi sampai universitas sangat di butuhkan data-data dan partisipasi alumni. Khususnya diatur dalam pengisian Borang Standar 3 (tiga) dimana Mahasiswa dan alumni harus dievaluasi aktifitasnya. Sehingga idealnya IKA UNM mampu bekerjasama dengan Universitas melalui UPTD Tracer Study.

3. Bahwa jika kubu AJD tetap ngotot melakukan pelantikan IKA UNM tanpa restu Rektor UNM, maka sudah bisa dipastikan pihak UNM akan membentuk IKA UNM (versi institusi) yang tentu wajib dan tidak boleh terpisahkan dari UNM karena IKA UNM adalah ujung tombak institusi di masyarakat dan berhak memberikan masukan terkait kebutuhan masyarakat untuk penyesuaian perbaikan kurikulum di perguruan tinggi, termasuk untuk pelaksanaan program PPL dan KKN berbasis masyarakat (kekinian).

4. Bahwa IKA UNM (versi institusi) yang terbentuk nanti akan melakukan perbaikan organisasi baik struktur maupun gerakannya yang selama ini belum secara mampu maksimal mengkonsolidasikan alumni secara massif demi kemajuan dunia pendidikan di indonesia bukan sekadar hubungan sosial dan “kongko-kongko”. (**)

Comments