3 Mahasiswa UIM yang Dipecat Bukan Karena Pertanyakan Periodesasi Rektor

11 Januari 2017 21:37
Pimpinan Universitas Islam Makassar mengadakn konferensi pers terkait tiga Mahasiswa UIM yang Dipecat.

MAKASSAR, INIKATA.com – Pimpinan Universitas Islam Makassar mengadakan konferensi pers untuk menanggapi berita yang berkembang di berita online maupun yang berkembang dimedia sosial, Rabu (11/1/2017) bertempat di ruangan rapat Pimpinan UIM.

Tampak hadir Wakil Rektor I Arfin Hamid, Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, Wakil Rektor III Abd Rahim Mas P Sanjata, Wakil Rektor IV Muammar Bakry dan seluruh Pimpinan Fakultas/Lembaga.

Wakil Rektor I Arfin Hamid dalam keterangannya menyampaikan dihadapan jurnalis bahwasanya konferensi pers ini dilatarbelakangi maraknya berita miring yang berkembang dimedia cetak maupun online, seolah-olah 3 mahasiswa Fakultas Teknik UIM yang didrop out (DO) atas Bakrisal Rospa, Hendry Foord Jebss dan Dzulhilal disebabkan mempertanyakan masalah jabatan Rektor yang menjabat tiga periode.

Padahal yang menyebabkan di DO-nya mahasiswa tersebut telah melalui proses yang panjang, bermula pada saat mahasiswa ini ingin berangkat KKN dan tidak mencukupi KRS yang dilulusi, sehingga ketiga mahasiswa ini memaksakan kehendak dan bahkan menyakiti perasaan Kaprodinya.

Terkait dengan periodesasi jabatan Rektor, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) ialah tidak mempermasalahkan periodesasi jabatan Rektor dan sudah memenuhi syarat karena UIM Perguruan Tinggi Swasta sehingga tidak ada masalah yang mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht), namun terkait status DO, saat ini pihak UIM telah mengajukan banding, maka hormatilah proses yang berjalan.

“Tidak ada satupun mahasiswa yang kami rugikan, justru kami selaku pihak Universitas sangat menjunjung tinggi profesionalisme, kami tidak berbuat dzalim, UIM sebagai perguruan tinggi tentunya sangat menjunjung nilai-nilai kearifan lokal, olehnya itu dalam menyelenggarakan pendidikan, kami selalu berbuat semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa.”

Ketika permasalahan ini tak kunjung selesai ditingkat Prodi dan Fakultas, maka pihak Fakultas melimpahkan ke Universitas untuk dicarikan solusinya, maka dipanggilah ketiga mahasiswa ini untuk mempertanggung jawabkan perilaku yang memaksakan kehendak dan menyakiti perasaan Kaprodinya untuk menghadiri sidang komisi dispilin yang dihadiri Wakil Rektor, Dekan, dan Para Guru Besar UIM. Ungkapnya.

Pada saat ketiga mahasiswa ini dipanggil untuk mengklarifikasi perilakunya dihadapan para Guru Besar, justru ketiga mahasiswa ini berperilaku kurang sopan dihadapan anggota komdis, bahkan mengancam tidak akan minta maaf kepada siapapun atas persoalan ini. Ujar Wakil Rektor III Abd Rahim Sanjata

Setelah melalui proses rapat yang panjang, akhirnya Komdis merekomendasikan kepada Rektor untuk didrop out, sehingga penyebab dikerluarkannya mahasiswa tersebut bukan karena mempertanyakan periodesasi jabatan Rektor, justru lebih disebabkan pada perilaku kurang menyenangkan, memaksakan kehendak, dan berperilaku kurang sopan dihadapan Guru Besar UIM yang tergabung dalam Komdis, padahal ini adalah orang-orang terhormat, orang tua kita semua.(**)

Comments