IKA SMA 5 Kajang Gelar Mubes ke-3 dan Dialog Alumni

25 Februari 2017 19:49
IKA SMA 5 Kajang Gelar Mubes ke-3 dan Dialog Alumni.

MAKASSAR, INIKATA.com – Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 1 Kajang yang saat ini berubah menjadi SMA Negeri 5 Bulukumba (Smanelbk) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-III yang dirangkaikan dengan Dialog Alumni di D’Green Hotel, Jl Hertasning, Makassar, Sabtu (25/2/2017).

Kegiatan tersebut mengangkat teman ‘Eksistensi IKA Smanelbk SMA Negeri 5 Bulukumba Dalam Menjaga Kearifan Lokal A’lemo Sibatu A’bulo Sipappa’. Ketua Panitia Pelaksana, Irwan Juma, SKM., M, Kes mengatakan tema tersebut memiliki makna untuk kemajuan IKA SMA Negeri 5 Bulukumba.

“Dengan bersatu, semua segala sesuatu bisa kita lakukan secara bersama sama. Kita ini adalah satu, kita adalah sama,” kata Irwan Dhoty sapaan akrabnya menjelaskan makna tema kegiatan tersebut.

Lanjut, Irwan Dhoty, ekaistensi dengan hadirnya almuni SMA Negeri 5 Bulukumba yang provesional. “Alumni yang sudah suksek, sudah besar dan alumni baru yang bisa memunculkan ide dan gagasan baru,” ungkap Irwan Dhoty.

Akademisi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Makassar ini berharap, dengan terlaksananya kegiatan tersebut, pihaknya berharap IKA SMA Negeri 5 Bulukumba bisa menghasilkan Ketua Alumni baru yang berkualitas.

“Semoga bisa menghadirkan nahkoda baru, ketua baru yang berkualitas. Sehingga tema bisa terwujud sesuai dengan ‘Ekaistensi IKA SMA Negeri 5 Bulukumba dalam Menjaga Kearifan Lokal A’lemo Sibatu A’bulo Sipappa,” tandas Irwan Dhoty.

Sementara itu, Dewan Pembina IKA Smanelbk Jusallim Sammak berharap, agar kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik dan dengan hadirnya kegiatan tersebut mampu mempersatukan IKA SMA Negeri 5 Bulukumba.

“Jangan malah sebaliknya, jangan sampai kegiatan ini bisa membuat kita bercerai berai. Makanya dulu disaman saya kita kenal bersatu karena persatuan bukan karena bersatu karena dipersatukan,” kata Jusallim.

Lanjut Ketua KPUD Takalar ini, untuk mengindari adanya gesekan dan blok antar alumni pasca kegiatan Mubes tersebut, Jusallim memiliki harapan agar kegiatan ini bisa berjalan dengan musyawarah mufakat.

“Meski demokrasi adalah bagian dan dilakukan dengan sistem footing, baik footing terbuka maupun tertutup, tapi alangkah baiknya jika dilakukan tidak cara aklamasi, suapaya tidak terjadi yang saya bilang tadi bahwa bercerai berai,” pungkas Jusalim Sammak. (**)

Comments