Humas YPTKD: Tidak Ada Lagi Polemik Dualisme

19 Maret 2017 1:05
Humas YPTKD Makassar, Akbar Hasan Polo.

MAKASSAR,INIKATA.com – Setelah perubahan nama dari Universitas Veteran RI (UVRI) Makassar ke Universitas Pejuang RI (UPRI)Makassar sejak tanggal 9 Januari 2015 lau. Akibat sangketa dualisme yayasan. Kini UPRI sedang berbenah untuk melahirkan sarjana di kampus tersebut.

“Terkait isu Dualisme. Saya tegaskan sejak 9 Januari 2015 lalu, tak ada lagi Polemik atau masalah  Dualisme di kampus UPRI Makasaar,” tegas Humas YPTKD Makassar, Akbar Hasan Polo Sabtu (18/3/2017).

Menurutnya, secara legalitas hukum Kemenristekdikti mengakui Yayasan Perguruan Tinggi Karya Darma (YPTKD) Makassar untuk mengelola Eks UVRI Dengan status perubahan nama menjadi UPRI Makassar.

Oleh sebab itu, ia menuding segala riak-riak yang dilakukan oleh sejumlah oknum di kampus tersebut adalah ditunggangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“UPRI tak ada Dualisme, keren diakui oleh Dikti dan kemenkumham.  Ketua YPTKD Hingga saat ini proses akademik tetap berjalan tak ada lagi masalah di Kampus Antang dan Bawakaraeng,” ungkap aktivis Eks UVRI Makassar itu.

Seperti diketahui, perubahan  UVRI menjadi UPRI. Bukan soal mal-akademik, melainkan konflik kepemilikan antara Yayasan Perguruan Tinggi Karya Darma (YPTKD) dan Yayasan Karya Darma Daerah (YKDDM) Makassar yang saling mengklaim sebagai badan hukum penyelenggara UVRI Makassar.

Dengan adanya sengketa itu puluhan tahun kampus Veteran itu diguncang berbagai problem sehingga ada ini arif Koordinator Kopertis Wilayah IX memfasilitasi ke Dikti untuk dilakukan  perubahan nama pada 2015 lalu.

“Kopertis IX juga mengakui jika kamu UPRI ulang sah Berbadan Hukum, jadi tidak ada permasalahan,” pungkasnya. (**)

Comments