Kunjungi UIM, Kepala Perpustakaan Nasional Beri Kuliah Umum

15 April 2017 19:59
Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) Muhammad Syarif Bando memberikan kuliah umum dihadapan ribuan mahasiswa Universitas Islam Makassar, Sabtu (15/4/2017) di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM. (Foto: Humas UIM)

MAKASSAR, INIKATA.com – Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) Muhammad Syarif Bando memberikan kuliah umum dihadapan ribuan mahasiswa Universitas Islam Makassar yang bertema “Peran Perpustakaan Nasional dalam Menunjang Kinerja Peprustakaan Perguruan Tinggi”, Sabtu (15/4/2017) di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM.

Rektor Universitas Islam Makassar, Majdah Agus Arifin Nu’mang dalam sambutannya memperkenalkan salah satu putra daerah yang sudah menjadi tokoh nasional yakni Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Bapak Muhammad Syarif Bando.

Perlu kami sampaikan bahwasanya Universitas Islam Makassar 2 tahun terakhir ini silih berganti kedatangan tokok nasional, tentunya ini adalah reski bagi kami, sengaja kami mendatangkan tokoh nasional untuk memberi kuliah umum, tak lain untuk memberikan motivasi kepada seluruh sivitas akademika UIM.

“Kemajuan sebuah perguruan tinggi, tentunya yang menjadi indikator utama adalah Perpustakaan, dimana perpustakaan sebagai pusat layanan informasi dalam rangka pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, tentunya kedatangan Kepala Perpustakaan Nasional RI di UIM menjadi momentum perbaikan perpustakaan UIM,” harapnya.

Dalam kuliah umumnya Muhammad Syarif Bando mengungkapkan dewasa ini banyak kita jumpai mahasiswa yang telah diwisuda tak menguasai disiplin ilmunya, hal ini disebabkan kurangnya minat membaca. Olehnya itu kemampuan literasi dalam dunia pendidikan harus kita pacu, tentunya dimulai dari kampus, dimana kampus memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan buku, sehingga dosen dan mahasiswa harus menjadi penulis.

“Paradigma kampus saat ini tidak bisa lagi mengacu pada proses pembelajaran saja, melainkan kampus harus merubah paradigma utamanya kemampuan literasi,” tambahnya.

Saya mengajak UIM dalam pengembangan perpustakaan, tidak hanya mengacu pada banyaknya koleksi buku, tetapi membangun networking (jaringan) antar perpustakaan Universitas terkemuka, sehingga satu sama lain saling memenuhi kebutuhan pemustaka. (**)

Comments